Apa Saja Manfaat Sunat Pada Bayi? 

Manfaat sunat pada bayi bagi kesehatannya, merupakan alasan utama para orangtua memilih untuk menyunat bayi mereka yang baru lahir. Selain itu, juga  karena prosedurnya bisa lebih mudah dan waktu pemulihannya bisa lebih cepat.  

Sunat adalah prosedur yang telah dipraktikkan selama ribuan tahun, dilakukan karena berbagai alasan seperti alasan budaya dan agama, serta untuk manfaat medis. Orang tua harus berdiskusi secara informatif dengan dokter yang melakukan sunat.

Dokter sunat Anda akan mendiskusikan dengan Anda metode mana yang terbaik untuk anak Anda. Saat memilih klinik sunat, pastikan untuk meneliti pengalaman dan keahlian dokter sunat mereka. Pastikan mereka membuat Anda merasa nyaman dan meluangkan waktu untuk mendiskusikan prosedur tersebut dengan Anda, menjelaskan manfaat dan risikonya.  

 Manfaat Sunat Pada bayi  

Ada banyak alasan mengapa Anda mungkin memilih untuk menyunat anak Anda, dengan berbagai manfaat medis. 

1. Risiko infeksi saluran kemih (ISK) menurun

Sunat memiliki manfaat medis berupa membantu penurunan risiko infeksi saluran kemih (ISK), terutama pada bayi. Manfaat ini berlanjut hingga dewasa, karena pria yang sunat, cenderung lebih kecil kemungkinannya terkena ISK. Bayi yang mengalami ISK berulang pada tahun pertama kehidupannya juga dapat direkomendasikan untuk sunat sebagai pengobatan. 

2. Mencegah dan menghentikan masalah kulup 

Beberapa anak laki-laki yang lebih muda mungkin mengalami masalah dengan kulup mereka, seperti kulup yang menjadi terlalu ketat. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan dan rasa tidak nyaman. Selain itu juga, hal ini juga dapat menyebabkan kulup menggembung saat buang air kecil.  

Jika kulup ditarik ke belakang masih kencang, atau tidak kembali setelah menariknya ke belakang, kulup dapat tersangkut dan mengakibatkan paraphimosis. Paraphimosis adalah kondisi saat cincin ketat terbentuk di sekitar kepala penis dan membutuhkan perhatian medis jika tidak dapat mengembalikan ke tempat semula. Sunat bisa sebagai salah satu pengobatannya. 

Manfaat sunat pada bayi dapat mencegah masalah pada kulup seperti yang disebutkan di atas. Paraphimosis dapat terjadi kapan saja dalam kehidupan, dan orang dewasa juga berisiko. Dokter sunat Anda akan memastikan bahwa prosedur ini dapat menjadi tindakan pencegahan sekaligus solusi reaktif.  

3. Kebersihan yang lebih mudah dan menyeluruh  

Kulup membutuhkan pembersihan yang lebih menyeluruh, dan anak laki-laki harus diajari cara membersihkan dengan benar. Misalnya, dengan menarik kulup ke belakang dan membersihkan bagian bawah dan sekitarnya. Hal ini bisa memakan waktu dan membutuhkan lebih banyak perhatian serta kebiasaan yang baik.  

Kebersihan yang tepat sangat penting untuk mencegah terjadinya infeksi. Sunat membuat kebersihan pribadi lebih mudah, karena lebih hemat waktu dan tidak memerlukan perawatan ekstra seperti mencuci di bawah dan di sekitar kulup.  

4. Penurunan risiko kanker penis 

Saat Anda menyunat bayi Anda yang baru lahir, anak Anda akan memiliki risiko lebih rendah terkena kanker penis di kemudian hari. Meskipun merupakan kondisi yang jarang terjadi, kemungkinan terkena kanker penis lebih kecil pada pria yang disunat. Kanker serviks pada wanita juga lebih jarang terjadi pada pasangan seksual wanita dari pria yang sunat.  

5. Mengurangi risiko infeksi menular seksual (IMS) dan penyakit menular seksual (PMS)

Sunat dapat membantu mengurangi risiko terkena infeksi menular seksual (IMS) dan penyakit menular seksual (PMS) seperti HIV dan AIDS  kemudian hari. Namun, tetap penting untuk melakukan hubungan seks aman dengan menggunakan kondom.   

6. Prosedur ini secara fisik dan mental lebih mudah bagi anak laki-laki yang lebih muda

Jika Anda mempertimbangkan prosedur ini untuk anak Anda, perlu diingat bahwa sebagian besar dokter sunat melaporkan bahwa bayi baru lahir menjalani sunat dengan lebih mudah daripada anak-anak yang lebih besar. Sunat untuk anak laki-laki yang lebih besar dan orang dewasa dapat memiliki waktu pemulihan yang lebih lama dan menjadi proses yang lebih sulit secara mental. 

Anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa mungkin merasa sunat lebih canggung dan memalukan secara mental. Anak laki-laki yang lebih besar dan orang dewasa juga mungkin mengalami rasa sakit jika mengalami ereksi setelah prosedur tersebut. Mereka juga harus menghindari aktivitas fisik yang berat seperti olahraga kontak dan bersepeda. 

Jika Anda memilih untuk melakukan sunat pada bayi, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter Rumah Sunat dr. Mahdian untuk membahas rencana tindakan. 

Baca Juga: Apa Saja Yang Perlu Diketahui Tentang Sunat?

Picture of Claudia

Claudia

Leave a Replay

Artikel dan Berita Lainnya