Apa Benar Anak Obesitas Sering Ditolak untuk Sunat? Ternyata Ini Alasannya!

Benarkah anak obesitas sering ditolak untuk sunat? Obesitas sebenarnya adalah masalah umum yang dapat menjadi kendala para orang tua saat akan menyunat si Kecil. Sunat pada anak obesitas atau kelebihan berat badan sama dengan anak normal lainnya, namun terkadang kondisi penis seperti buried penis bisa menyulitkan dokter saat tindakan. Penggunaan metode sunat yang tidak tepat juga dapat berisiko pada kesehatan si anak gemuk. Oleh karena itu, Ayah Bunda sebaiknya mencari tempat sunat terpercaya yang memiliki dokter spesialis bedah berpengalaman untuk menangani proses sunat si Kecil. Metode seperti apa yang sesuai agar tidak terjadi kesalahan saat tindakan sehingga tidak harus sunat ulang? Simak dulu yuk artikel berikut ini.

Kendala Sunat Anak Obesitas

Masalah anak obesitas saat akan sunat

Memang, saat ini cara sunat terus berkembang seiring dengan penggunaan teknologi yang semakin canggih. Kalau dulu kita mungkin hanya mengenal cara tradisional dan konvensional, namun saat ini metode modern hadir sebagai solusi sunat yang lebih baik.

Akan tetapi, Ayah Bunda tetap harus mempertimbangkan dengan matang terkait metode yang akan dokter gunakan untuk sunat si Kecil. Pasalnya, metode yang tidak tepat seperti sunat laser bisa membahayakan si Kecil. Menurut sebagian orang sunat laser menggunakan energi cahaya, namun sebenarnya teknik ini menggunakan energi panas pada elektrokauter untuk memotong kulup sehingga dapat berisiko luka bakar hingga kepala penis terpotong.

Tak hanya itu, anak obesitas sering ditolak untuk sunat dengan alasan tubuhnya yang besar atau obesitas.

Dokter spesialis bedah sekaligus founder Rumah Sunat dr. Mahdian, dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS mengungkapkan “Memang benar ada beberapa faktor yang membuat anak yang kelebihan berat badan ini sulit sunat karena anatomi penisnya yang tidak terlihat atau tersembunyi.”

Menurut dr. Mahdian, jika penanganannya tidak tepat bisa berisiko kulup muncul kembali karena masih ada kulup yang tersisa, sehingga pasien harus melakukan revisi sunat atau perbaikan sunat. Namun, tindakan ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan karena tetap memiliki risiko.

Kendala lainnya yaitu kesulitan dokter dalam menentukan banyaknya kulup yang akan dipotong. Apabila terlalu banyak memotong kulup nantinya penis si Kecil akan terlihat pendek ketika ereksi, namun jika terlalu sedikit, kulup seperti muncul kembali karena seperti ada yang tersisa.

Metode Sunat Gemuk yang Aman

Metode sunat anak gemuk ataupun obesitas di Rumah Sunat dr. Mahdian menggunakan teknik khusus yang dilakukan oleh dokter spesialis bedah. Pada anak yang kelebihan berat badan, lemaknya terlalu tebal sehingga kepala penis tersembunyi, malah terkadang tidak keluar. Seringkali juga dokter menyarankan anak untuk terlebih dulu melakukan diet sebelum tindakan sunat.

Menurut dr. Mahdian, “Dengan menggunakan metode khusus, anak gemuk meskipun penisnya tenggelam atau tersembunyi tetap bisa sunat karena cara sayat dan jahitannya juga khusus, begitu pula dengan jarum dan benangnya.”

Selain itu, orang tua juga harus melakukan pendekatan emosional pada si Kecil sebelum tindakan sunat. Jangan paksa si Kecil untuk sunat sampai ia benar-benar siap. Hal ini juga bertujuan agar saat tindakan anak lebih tenang dan tidak mengalami trauma.

Setelah tindakan sunat selesai lakukan kontrol pasca sunat dan perawatan yang tepat agar mempercepat proses penyembuhan luka sunat. Ayah Bunda sebaiknya tetap menjaga kebersihan penis si Kecil dan membatasi aktivitasnya agar tidak berlebihan. Jangan lupa juga untuk tetap menjaga pola makan si Kecil dengan memberikannya makanan bergizi seimbang dan lakukan aktivitas fisik setelah luka sunat sembuh dan mengering.

admin

admin

Leave a Replay

Artikel dan Berita Lainnya