Tes PCR dan Rapid Antigen, Ini Kelebihan dan Kekurangannya!

Tes PCR (Polymerase Chain Reaction) adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk mendeteksi infeksi virus COVID-19. Tes ini digunakan untuk mengambil sampel dari hidung dan juga tenggorokan, dengan metode usap atau swab test. Selain dengan metode swab test atau usap, umumnya terdapat beberapa jenis tes untuk mendeteksi virus COVID-19, seperti, pengambilan sampel urin, sputum, sampel darah bahkan dengan cairan serebrospinal (SCF). 

Sebelum seseorang melakukan tahapan PCR, biasanya tidak ada persiapan khusus. Hal ini karena PCR tidak berpengaruh apakah saat kondisi tubuh sedang kurang fit ataupun dalam kondisi lain. Namun, ada beberapa hal penting sebelum melakukan tes yaitu penerapan protokol kesehatan yang ketat baik itu secara pribadi maupun di fasilitas kesehatan terkait. 

Prosedurnya yaitu biasanya pasien akan melakukan tiga tahapan, mulai dari pengambilan sampel, ekstraksi materi genetik pada pasien, amplifikasi, hingga pembacaan hasilnya. Dokter atau tenaga medis yang memeriksa akan menginformasikan kepada pasien terkait hasil tes . Hasil akan keluar setelah beberapa jam ataupun beberapa hari, tergantung dari jenis tes oleh pasien di awal. 

Tes PCR dan Rapid Antigen

Untuk menekan penyebaran virus COVID-19, tes PCR dan beberapa jenis tes pemeriksaan lain digunakan sebagai aturan untuk melakukan sebuah kegiatan ataupun untuk syarat bepergian. 

Tes PCR atau (Polymerase Chain Reaction) dan juga rapid test adalah dua jenis pemeriksaan tes COVID-19. Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan tes PCR serta Rapid test yang perlu kamu tahu.

Rapid tes

Rapid test menjadi pilihan banyak orang, karena prosesnya yang cepat dan juga mudah. Prosedurnya yaitu dengan cara mengambil darah pasien yang bertujuan untuk mengetahui kondisi dan juga antibodi pada tubuh seseorang. Antibodi terbentuk selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu pasca seseorang terpapar virus. Umumnya biaya untuk melakukan tes ini adalah Rp 85.000 sampai Rp 150.000, bergantung pada tempat yang menyediakan. 

Kelebihan

Metode ini, menjadi pilihan banyak orang karena prosesnya yang cepat dari tes COVID-19 lain. Hanya perlu waktu sekitar 10-15 menit saja setelah pengambilan darah, seseorang sudah bisa mengetahui hasil pengetesannya. Selain itu, biaya untuk menjalani Rapid test ini juga terbilang cukup murah dari test COVID-19 lainnya. 

Kekurangan

Rapid test tidak bisa mendiagnosis seseorang terpapar COVID-19 atau tidak, biasanya jika hasil yang positif, maka seseorang diwajibkan untuk menjalani tes lanjutan yaitu tes swab. Hal inilah yang membuat metode Rapid test ini kurang akurat dan perlu menjalani tahapan lebih lanjut untuk menguji validitasnya. 

Tes PCR 

PCR (Polymerase Chain Reaction) adalah jenis tes pemeriksaan COVID-19 yang juga populer di Indonesia.

Metode ini adalah menggunakan sampel lendir dari pasien yang ada dalam tenggorokan ataupun hidung untuk mendeteksi COVID-19. Pemeriksaan sampel di laboratorium dengan cara memperkuat genetik virus dari seseorang yang telah diambil lendirnya untuk dapat dideteksi. 

Kelebihan

Berbeda dengan Rapid Test, metode Tes PCR lebih valid dalam hasilnya. Seseorang yang sudah mengetahui hasil nya, tidak perlu mengulangi atau menjalani rangkaian tes COVID-19 lainnya. Selain itu, tes PCR sendiri adalah metode yang direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Kekurangan

Metode tes PCR memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengetahui hasilnya. Selain itu, biayanya jugaterbilang tidak murah, jika dibandingkan dengan Rapid Tes. Namun, pemerintah Indonesia, sudah mengatur biaya terendah dan tertinggi metode tes ini untuk memudahkan masyarakat. 

admin

admin

Leave a Replay

Artikel dan Berita Lainnya