Ternyata Begini Proses Sunat Perempuan yang Perlu Kamu Tahu!

Proses sunat perempuan

Mendengar kata proses sunat perempuan bagi sebagian orang mungkin menjadi suatu hal yang mengherankan. Apalagi, ternyata praktik ini masih ditentang di berbagai negara karena menurut WHO hal ini melanggar hak-hak reproduksi perempuan. Namun, di Indonesia sendiri, pemerintah tidak melarang sunat perempuan tapi boleh menorehnya di bagian tertentu pada alat kelaminnya. Menurut pandangan Islam, sunat perempuan merupakan hal penting dan hukumnya sunah.

Mengutip Tempo.Co, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) sekitar satu dari 20 anak dan perempuan dewasa telah melakukan sunat perempuan. Hal ini berarti 200 juta perempuan di dunia telah menjalani prosedur pemotongan alat kelamin bagian luar.

Menurut data UNICEF, praktik sunat perempuan masih dilakukan di 29 negara Afrika dan Timur Tengah juga Asia. Bahkan sejumlah masyarakat imigran di negara Eropa, Amerika Selatan dan Utara juga Australia juga melakukannya.

Tentang Sunat Perempuan

Sunat perempuan

Melansir Depkes.go.id, aturan tentang sunat perempuan termuat dalam Permenkes No 1636/Menkes/Per/XI/2010 yang menjelaskan tentang perlindungan terhadap perempuan dari praktik sunat ilegal yang dapat membahayakan jiwa ataupun sistem reproduksinya.

Sunat perempuan sebaiknya hanya dengan cara menoreh kulit bagian depan alat kelamin perempuan, yaitu clitoral hood (tudung klitoris). Cara sunat ini sebenarnya sangat mudah, bahkan bisa tidak mengeluarkan darah jika tenaga medis profesional yang melakukan tindakannya. Berbagai risiko dari sunat perempuan juga dapat diminimalisir jika prosedurnya tepat.

Kendati demikian, sebagian orang masih beranggapan keliru tentang proses sunat perempuan. Ada anggapan bahwa praktik ini dapat berdampak buruk pada kesehatan perempuan karena memotong hampir seluruh bagian luar alat kelaminnya.

Hal tersebut tidaklah tepat karena tenaga medis hanya melukai sedikit klitoris pada vagina untuk alasan kebersihan. Sebenarnya ini sama saja dengan kulup pada penis pria yang harus sunat. Bahkan, pada bayi prosesnya lebih sederhana karena belum adanya pembuluh darah besar, sehingga darah tidak banyak keluar. Tindakan medis ini pun tidak memakan waktu yang lama kurang lebih sekitar lima menit.

Proses Sunat Perempuan dan Jenisnya

Ada empat jenis proses sunat perempuan yang mungkin belum banyak orang ketahui, di antaranya:

  1. Klitoridektomi. Mengangkat/memotong keseluruhan atau sebagian klitoris dan kulit di sekitarnya pada kelamin perempuan.
  2. Eksisi. Pengangkatan sebagian atau seluruh klitoris selain labia minora atau lapisan kulit bagian dalam di sekitar area vagina.
  3. Infibulasi. Memotong atau mengubah letak labia minora dan labia majora. Labia minora dan labia majora adalah lipatan kulit bagian luar di area vagina. Hal ini biasanya memerlukan jahitan dan hanya menyisakan lubang kecil di area tersebut.
  4. Praktik lainnya yang melibatkan tindakan yang tidak wajar, seperti penusukan atau pembakaran klitoris/ alat kelamin

Praktik seperti ini sangat berbahaya dan menyakitkan untuk perempuan. Bahkan dapat menyebabkan risiko infeksi berkepanjangan yang berdampak buruk bagi kesehatan perempuan. Oleh karena itu, lakukan sunat dengan cara yang tepat oleh tenaga medis profesional seperti dokter, bidan, maupun perawat yang telah memiliki izin kerja.

Selain prosedur yang tepat, sunat perempuan sebaiknya telah mendapat persetujuan dari orangtua maupun perempuan itu sendiri. Hal ini bertujuan agar proses sunat perempuan tidak dipandang melanggar hak-hak asasinya dan bukanlah sebuah bentuk pelecehan terhadap kalangan perempuan.

admin

admin

Leave a Replay

Artikel dan Berita Lainnya