Mitos Sunat Mempercepat Pertumbuhan Anak

Banyak mitos sunat yang beredar di masyarakat, salah satunya adalah mempercepat pertumbuhan anak. Namun benarkah demikian?

Sunat merupakan pembedahan untuk menghilangkan sebagian kulit yang menutupi kepala penis yang berguna untuk kesehatan dan juga kebersihan penis itu sendiri. Namun, selain untuk masalah kesehatan dan kebersihan, masyarakat di Indonesia juga mempercayai jika sunat dapat mempercepat pertumbuhan anak. Benarkah begitu?

Mitos Sunat Percepat Pertumbuhan Anak

Menurut dr Mahdian Nur Nasution, SpBS, pertumbuhan anak tidak ada hubungannya dengan sunat. Anggapan sunat dapat percepat pertumbuhan anak kemungkinan terjadi karena, budaya di Indonesia umumnya anak lelaki melakukan sunat menjelang aqil baligh. Sehingga, kebetulan saat anak selesai sunat dan ia memasuki masa aqil baligh, growth hormone-nya pun sedang tinggi-tingginya. Anak bisa saja lebih banyak makan, tubuhnya lebih cepat besar dan juga tinggi.

Baca Juga: MITOS DAN FAKTA SEPUTAR ORANG SUNAT, BENAR GAK YA?

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Anak

a. Faktor Genetik

Faktor genetik merupakan faktor internal yang merupakan bawaan dari sifat yang orangtua turunkan kepada anak. Misalnya fisik yang sama dengan anggota keluarga yang lain. Selain itu faktor genetik ini juga akan menurunkan banyak hal lainnya seperti faktor risiko sakit yang orangtua alami hingga sifat yang mungkin menurun pada anak.

b. Faktor Nutrisi dan Gizi

Nutrisi adalah salah satu komponen penting dalam menunjang kelangsungan proses tumbuh kembang. Selama masa tumbuh kembang, anak sangat membutuhkan zat gizi seperti protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin, dan air. Apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi maka proses tumbuh kembang selanjutnya dapat terhambat.

 Bukan Mitos Sunat, Ini Dia Manfaat Sunat Bagi Kesehatan

Bagi laki-laki muslim memang wajib untuk sunat. Namun, laki-laki non muslim pun juga merasa perlu melakukan sunat karena alasan kebersihan dan kesehatan, seperti:

  1. Mencegah timbulnya kanker penis.

Pada orang yang tidak sunat, smegma (kotoran) yang keluar dari pangkal kepala penis akan tertimbun di bawah preputium (kulit). Jika ada kotoran pada kulit kepala penis, khawatir mengakibatkan iritasi kronik sehingga perilaku sel di sekitarnya akan berubah menjadi ganas (karsinogenik) yang pada akhirnya memicu timbulnya kanker penis.

  1. Menjaga Kebersihan

Jika lubang penis tidak tertutup preputium, dan di antara preputium dan gland penis (kepala penis) tidak ada kotoran, buang air kecil menjadi lancar sehingga dapat menghindari infeksi saluran kemih.

  1. Mencegah Penyakit

Sunat juga dapat mencegah penularan penyakit HIV, sifilis, atau pun penyakit kelamin lainnya.

admin

admin

Leave a Replay

Artikel dan Berita Lainnya