Balanitis pada Anak, Gejala dan Cara Mengobati

Balanitis pada anak perlu diwaspadai, terutama bagi mereka yang belum disunat. Apakah Bunda pernah mendengar si Kecil mengeluhkan penisnya terasa sakit? Jika penisnya tampak memerah dan bengkak, bisa jadi si Kecil terkena balanitis. Nah, bagaimana jika si Kecil mengalami balanitis dan apa yang harus Bunda lakukan untuk mengobatinya?

Balanitis sering terjadi pada anak laki-laki hingga pria dewasa yang belum sunat. Padahal, sunat sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan alat kelamin.

Dalam dunia medis, penyakit balanitis adalah infeksi yang menyebabkan peradangan di kepala penis. Akibatnya bisa menyebabkan penis yang memerah dan bengkak.  Penyebabnya yaitu karena infeksi jamur, infeksi bakteri ataupun alergi.

Terkadang, orang tua kurang memperhatikan kebersihan penis si Kecil, sehingga anak mengalami balanitis. Ini bukanlah penyakit yang serius, karena bisa sembuh dengan sendirinya, namun jika tidak ditangani dengan tepat maka bisa berisiko pada kesehatannya.

Penyebab balanitis

Penyebab balantis pada anak

Berikut ini adalah penyebab balanitis yang harus Bunda waspadai, yaitu:

  • Iritasi pada penis

Jika si Kecil merasakan nyeri pada penisnya, Bunda harus segera mengeceknya. Si Kecil bisa saja mengalami iritasi dan peradangan pada kepala penisnya, sehingga menyebabkan balanitis. Iritasi bisa karena terkena zat kimia yang ada pada sabun mandi atau detergen yang Bunda gunakan. Sisa zat kimia yang mungkin masih menempel di celana si Kecil lah yang membuat penisnya menjadi alergi.

  • Infeksi pada penis

Selain itu, penyebab lainnya adalah infeksi di area penis si Kecil. Infeksi tersebut bisa terjadi akibat infeksi jamur candida yang menyebabkan penis terasa nyeri dan bengkak. Balanitis bisa juga disebabkan oleh infeksi bakteri. Bunda harus tetap menjaga kebersihan penis si Kecil dan selalu berikan perhatian ekstra saat membersihkan alat kelaminnya.

  •  Obesitas

Anak yang obesitas juga bisa menjadi penyebab balanitis. Biasanya penis pada anak gemuk cenderung tertutup oleh lapisan lemak di perut bagian bawah, sehingga menyebabkan ia memiliki burried penis (penis mendelep). Oleh karenanya, kotoran bisa menumpuk di area kepala penis.

Gejala Balanitis

Perhatikan area penis si Kecil, jika terdapat ruam, hal itu bisa karena alergi atau iritasi dari celana dalam yang lembab. Setelah si Kecil buang air kecil sebaiknya bersihkan dengan cara yang benar dan keringkan area penis hingga benar-benar kering.

Gejala balanitis bisa berupa:

  • Penis memerah dan terasa gatal
  • Nyeri ketika buang air kecil
  • Ujung kepala penis yang membengkak dan terasa nyeri

Cara mengobati balanitis

Balanitis sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya. Bunda harus tetap menjaga kebersihan penis si Kecil. Gunakan air hangat dan hindari penggunaan sabun yang mengandung bahan kimia berbahaya pada penis.

Setelah membersihkan dan mengeringkan penis, Bunda bisa mengoleskan krim atau salep anti jamur untuk mengurangi infeksi jamur penyebab balanitis.

Jika si Kecil sering mengalami balanitis yang disertai demam dan nyeri ketika buang air kecil, sebaiknya Bunda segera berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan dan pengobatan yang tepat. Karena penanganan sejak dini bisa mencegah penyakit dari komplikasi yang lebih serius pada anak.

Dokter biasanya juga akan menyarankan untuk sunat jika balanitis sudah parah sehingga bisa mengganggu aktivitas si Kecil.

Setelah mengetahui gejala-gejala balanitis pada anak, Bunda sebaiknya harus lebih memerhatikan kebersihan penis si Kecil. Jika gejala yang dirasakan semakin parah, Bunda harus segera membawa si Kecil ke dokter untuk pengobatan yang tepat.

admin

admin

Leave a Replay

Artikel dan Berita Lainnya