Mengenali Tanda-Tanda Infeksi Setelah Sunat

Infeksi setelah sunat adalah komplikasi yang jarang terjadi tetapi berpotensi serius. Gejala yang sering muncul adalah demam, peningkatan nyeri, keluaran cairan berbau busuk, atau pembengkakan berlebihan, biasanya dalam beberapa hari pertama. Meskipun kemerahan ringan atau kerak kekuningan adalah hal yang normal, gejala yang menetap memerlukan perhatian medis segera.

Sunat adalah prosedur bedah yang aman dan higienis. Namun, seperti semua prosedur medis lainnya, sunat juga dapat menimbulkan komplikasi. Berikut beberapa komplikasi yang dapat terjadi setelah sunat.

Risiko Setelah Sunat

1. Perdarahan

Pendarahan adalah komplikasi sunat yang paling umum. Kehilangan darah yang hanya beberapa tetes masih normal, tapi ketika pendarahan melebihi perkiraan ini, termasuk komplikasi. Menangani al ini dapat dengan menekan area tersebut selama beberapa menit.

2. Kulit yang terangkat tidak mencukupi

Biasanya sunat menghilangkan kulup dan membiarkan kepala penis sepenuhnya terbuka. Jika terlalu sedikit kulit yang hilang, hal itu dapat mengakibatkan penampilan yang kurang menarik dan orang tua anak mungkin menginginkan revisi.

3. Kelebihan Menghilangkan Kulit Kulup

Kulit kulup melekat pada kepala penis di permukaan. Inilah sebabnya mengapa ketika menarik kulit dari batang penis ke dalam alat sunat, terkadang terlalu banyak kulit yang terbuang. Pengangkatan kulit kulup yang berlebihan merupakan akibat dari teknik sunat yang tidak tepat . 

Salah satu risiko sunat yang paling lama terjadi adalah infeksi. 

4. Infeksi

Infeksi bukanlah komplikasi yang sering terjadi pada sunat selama dilakukan dalam kondisi steril. Meningitis, nekrotizing fasciitis, gangren, dan sepsis adalah komplikasi yang berasal dari infeksi pada lokasi sunat.

Jika infeksi terjadi, infeksi tersebut harus segera dikenali dan mengobatinya. Hal ini terutama berlaku untuk bayi baru lahir karena sistem kekebalan tubuh mereka relatif lemah. 

Tanda- tanda Infeksi Setelah Sunat

Infeksi Infeksi jarang terjadi jika prosedur dilakukan dalam kondisi steril oleh profesional terlatih. Jaringan seperti kerak kekuningan dan lengket (fibrin) yang terbentuk pada kelenjar penis merupakan bagian dari proses penyembuhan normal dan sering disalahartikan sebagai infeksi. 

Tanda dan gejala infeksi berbeda pada anak-anak dan orang dewasa.

Tanda-tanda infeksi sunat pada anak-anak
  • Kemerahan yang menyebar

Kemerahan pada penis yang menyebar seiring waktu bisa menjadi tanda infeksi lokal. Kemerahan tersebut dapat perlahan menyebar di sepanjang batang penis.

  • Demam:

Jika anak mengalami demam antara 37,22°C hingga 37,78°C setelah tindakan, itu cukup normal. Namun, jika demam meningkat hingga lebih dari 38,61 °C sehari setelah tindakan, maka itu bisa menjadi masalah. Infeksi saluran pernapasan pasca-tindakan, termasuk infeksi telinga, pilek, atau pneumonia, dapat menyebabkan demam tinggi. Demam tinggi seperti itu segera setelah tindakan harus memeriksakan ke dokter untuk memastikan bahwa itu bukan infeksi telinga, sinus, atau paru-paru.

  • Sifat mudah tersinggung/Lesu:

Jika anak menjadi mudah marah atau lesu, itu bisa menjadi tanda infeksi sistemik. Anak mungkin perlu dirawat di rumah sakit, diberikan antibiotik intravena, dan dilakukan debridemen luka untuk menghilangkan infeksi.

Tanda-tanda pada orang dewasa
  • Demam
  • Merasa tidak enak badan
  • Nanah
  • Nyeri yang timbul tiba-tiba atau nyeri berdenyut yang relatif ringan.
  • Pembengkakan atau rasa nyeri pada atau di sekitar luka.
  • Pendarahan terus-menerus
  • Perubahan warna kulit
  • Bau busuk dari luka tersebut
  • Kesulitan saat buang air kecil
  • Pembengkakan di selangkangan.
  • Kekerasan pada perut
  • Kekakuan rahang
  • Kejang atau konvulsi

Perawatan Medis

Infeksi ini memerlukan perawatan medis profesional. Anda mungkin akan diberi resep obat atau dirawat di rumah sakit. Jika Anda mengalami salah satu tanda infeksi setelah sunat, jangan abaikan.

Picture of Claudia

Claudia

Leave a Replay

Artikel dan Berita Lainnya