Cara Sunat Tradisional, Apa Masih Dilakukan?

Cara sunat tradisional masih dilakukan nggak ya? Mungkin sekarang yang kita tahu hanyalah cara sunat dengan metode yang lebih modern. Apalagi dengan berbagai kemajuan teknologi yang semakin berkembang, sebagian masyarakat lebih memilih untuk menggunakan teknik sunat yang lebih aman. Lantas, bagaimana sih prosesnya? Yuk, lihat ulasan menarik tentang cara sunat tradisional di bawah ini.

Di tengah maraknya beragam metode sunat modern, namun sebenarnya sunat tradisional masih digunakan di beberapa wilayah tertentu. Di Indonesia sendiri, masih ada metode tradisional yang masih kita jumpai, yaitu sunat tradisional ala ‘Bengkong’ asal Betawi. Proses sunat tidak menggunakan bius dan juga waktunya relative cepat. Jadi, teknik ini menggunakan peralatan-peralatan sunat tradisional ala orang Betawi.

Nah, selain cara sunat tradisional dari Betawi tadi, adakah metode lainnya untuk menyunat anak?

Sunat Tradisional

  1. Menggunakan alat sembilu

Apa itu alat sembilu? Yang perlu kamu ketahui yaitu sembilu adalah alat tradisional yang sangat tajam karena asahan. Terbayang nggak sih klo sunat menggunakan alat ini. Nah, sunat dengan metode ini yaitu dorsumsisi dan tanpa bius. Proses bius bukan dengan jarum suntik tentunya, namun dengan cara berendam air dingin setelah itu anak akan berbaring dan orang tua atau keluarganya akan memegang . Selanjutnya dukun sunat akan memotong kulup atau lapisan kulit luar yang menutup penis. Karena proses ini banyak sekali anak yang menangis krn merasa kesakitan.

  • Menggunakan batok kelapa kering

Selain sembilu, pada masyarakat tradisional juga menggunakan batok kelapa kering yang sudah diasah hingga tajam. Sama halnya dengan sembilu, sunat dengan cara ini pastinya sakit kan. Sebelum sunat, anak berendam di air dingin agar penisnya kebal. Wah, gimana tuh kebayang nggak sih?

  • Berendam di sungai yang dingin

Selain cara di atas, ada juga cara sunat yang cukup unik yaitu berendam di sungai yang dingin semalaman sampai penis mati rasa. Bayangin deh bagaimana jika anak harus berendam semalaman selama berjam-jam di sungai? Namun, ternyata cara ini tetap tidak bisa menggantikan obat bius karena tidak seampuh bius.

Penyembuhan sunat tradisional

Setelah sunat, biasanya diberikan getah kimpul atau nama lainnya yaitu getah talas Belitung. Masyarakat percaya bahwa dengan getah ini bisa mengobati dan menyembuhkan luka. Selain itu, getah kimpul juga bisa mengentikan pendarahan pasca sunat.

Berbeda dengan sunat zaman modern, sunat saat ini lebih sering diberikan dengan antiseptik, obat pereda nyeri, dan antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi.

Metode Sunat Modern

Nah, sekarang ada metode sunat modern dengan teknologi mutakhir, yaitu Mahdian Klem. Klem telah mendapat rekomendasi dari WHO sebagai metode minim risiko, tanpa jarum suntik dan tanpa perban.

Di Rumah Sunat dr. Mahdian, kami menggunakan peralatan pendukung sunat yaitu Circumcision Kit sekali pakai dan dokter berpengalaman di bidangnya.

Mahdian Klem akan membuat si Kecil nyaman karena tidak menggunakan jarum suntik sebagai biusnya. Ukuran Klem sesuai dengan penis anak Indonesia sehingga bisa melindungi kepala penis setelah tindakan sunat. Ayah Bunda tetap harus melakukan kontrol pasca sunat ke dokter, agar perawatan luka tepat dan tidak terjadi infeksi pada penis.

admin

admin

Leave a Replay

Artikel dan Berita Lainnya