Metode Sunat Klem, Teknik Sunat Modern Tanpa Luka Bakar

Metode Sunat Klem – Cara menyunat dari waktu ke waktu mengalami pergeseran, mulai dari sunat tradisional oleh “dukun sunat”, konvensional dengan pisau bedah, electrocauter (EC). Hingga inovasi yang paling mutakhir berupa disposable clamp (sunat klem).

Khitan klamp merupakan inovasi metode sunat modern dan praktis sehingga sunat yang dulu terdengar mengerikan, kini tidak lagi. Selain itu, klamp ini mampu meminimalkan rasa nyeri saat proses sunat ataupun menghindari risiko luka bakar, seperti pada penggunaan EC.

Komplikasi yang paling umum terjadi dalam sunat adalah risiko pendarahan. Selain itu, infeksi luka yang bisa terjadi karena beberapa hal salah satunya adalah keterbatasan alat yang digunakan. Oleh sebab itu sebagai solusi untuk meminimalkan risiko komplikasi tersebut muncullah  metode sunat klem. Metode yang merupakan sebuah inovasi terbaru dalam dunia medis khususnya dalam bidang sunat atau sirkumsisi.

Metode Sunat Klem Rekomendasi WHO

Kemunculan khitan klamp ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan  dalam proses sunat. Sehingga bisa meminimalkan atau tanpa meninggalkan dampak negatif, seperti pendarahan, infeksi luka maupun luka bakar.

Menurut dokter spesialis bedah, dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS,  klamp ini sebagai metode sunat modern yang banyak peminatnya. Baik oleh para dokter karena praktis dan memungkinkan proses sunat lebih cepat maupun masyarakat. Bahkan klamp untuk khitan ini juga telah mendapatkan rekomendasi oleh WHO.

“Teknik klem ini direkomendasikan oleh WHO. Karena klem sekali pakai, steril yang artinya setelah selesai penggunaannya, maka akan langsung buang sehingga bisa menghindari risiko infeksi silang. Selain itu juga menghindari risiko luka bakar seperti pada penggunaan electrocauter,” ujar dr. Mahdian.

Metode Sunat Mahdian Klem, Pilihan Para Artis

Meningkatnya kepopuleran metode sunat klem ini membuat dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS tertarik membuat produk klamp sunatnya sendiri. Pada tahun 2014 , dr. Mahdian menamai klem sunat ciptaannya dengan nama Mahdian Klem.

Keunikan dari Mahdian Klem ini adalah merupakan klem sunat pertama asli produk Indonesia. Selain itu, memiliki desain dan ukuran yang sudah sesuaikan dengan kondisi anak Indonesia.

Keunggulan metode sunat Mahdian klem dengan metode sunat lainnya adalah tidak adanya jahitan dan perban. Selain itu, proses tindakan sunat lebih cepat yakni kurang dari 10 menit, minim risiko nyeri dan perdarahan. Lebih lanjut, juga tidak ada luka bakar, hasil lebih rapi, dan setelah sunat anak bisa langsung beraktivitas ataupun terkena air.

Tanggapan Para Artis

Tanggapan positif penggunaan Mahdian Klem pun turut disampaikan oleh pasangan selebriti Dinda Hauw dan Rey Mbayang yang baru saja menyunatkan kedua anaknya.

“Anak-anak tadi sunatnya pakai metode sunat modern Mahdian Klem. Kita dapet rekomendasi dari temen-temen, saudara dan internet. Alhamdulillah sunatnya berjalan lancar, proses sunatnya cepet banget. Masya Allah anaknya juga tadi selama proses sunat nyaman banget,” ujar Rey Mbayang.

Dinda Hauw memilih menyunatkan anaknya, Shaka dan Kaba, sejak dini. Istri Rey Mbayang tersebut mengungkapkan jika faktor kesehatan jadi alasan utama dirinya lakukan sunat sejak dini kepada anak-anaknya.

Baca Juga: DUA ANAK REY MBAYANG DAN DINDA HAUW SUNAT DI RUMAH SUNAT DR. MAHDIAN

Bukan hanya Dinda Hauw saja yang ternyata memilih menggunakan Mahdian Klem. Beberapa artis tanah air, seperti Citra Kirana, Lukman Sardi, dan Tantri ‘KOTAK’ juga memilih Mahdian klem sebagai metode sunat modern untuk sang anak.

Hal lain yang perlu diperhatikan para orangtua yang baru saja menyunatkan sang anak adalah untuk melakukan perawatan pascasunat dengan benar agar bisa membantu proses penyembuhan yang baik dan cepat. Selain itu juga sebaiknya melakukan kontrol setelah sunat agar proses pemulihan bisa terpantau oleh dokter dengan baik.

Baca Juga: Rekomendasi Rumah Sunat Dari Artis Terkenal Indonesia


admin

admin

Leave a Replay

Artikel dan Berita Lainnya